10 Mitos Keuangan (Bagian Ketiga)

Apakah Anda kenal dengan sahabat nabi yang bernama Abu Bakas Assidiq ra? atau Abdurrahman bin Auf ra? Mereka adalah sahabat nabi yang luar biasa dalam hal berperang dan berbisnis. Dalam hal berjihad dan berperang, Abu bakar pernah menyerahkan seluruh hartanya untuk jihad di jalan-Nya begitu pula dengan Abdurrahman bin Auf, Ia meninggalkan semua hartanya di Kota Mekah lalu hijrah ke Madinah dengan persediaan apa adanya. Tetapi kenapa Mereka tetap kaya ya? cukup hanya minta ditunjukan dimana pasar berada mereka dapat mengembalikan pundi-pundi kekayaan mereka secara cepat. Jawabannya adalah berada pada ilmu, kredibilitas dan kerja keras. Ilmu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbisnis dan mengelola keuangan sedangkan kredibilitas bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat dan terakhir apapun ilmu yang kita punya tidak akan
bermanfaat bila kita tidak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Harta dapat di rampas tapi ilmu tidak bisa dirampas. Ilmu merupakan investasi terbaik dalam hal bersaing dan bertahan. Ada 4 mitos terakhir dalam seri mindset ini yang harus kita hancurkan. Apakah Anda siap mempelajari ilmu penghancur mitos? yuk kita lanjut monggo…

7. Jika memiliki uang, orang dapat memenuhi semua keinginannya

Tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Hal-hal yang menyangkut “rasa” di hati, kerap tidak terkait dengan uang. Kalaupun ada yang mencoba membeli, itu hanya bersifat sementara saja. Uang hanya sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan bukan membeli kebahagiaan itu sendiri.

Uang dapat “membeli wanita” tapi uang tidak dapat membeli cinta.
Uang dapat membuat istana yang megah tapi uang tidak dapat membeli keharmonisan dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, jangan pernah berpikir uang merupakan satu-satunya cara mencapai tujuan hidup Anda. Visi/tujuan hidup kita adalah beribadah kepada-Nya bukan uang. Visi keuangan merupakan salah satu bagian kecil dari visi paripurna kita.

Atau di sisi lain, jika Anda masih merasa belum mampu mendapatkan uang dalam jumlah memadai, bukan berarti kiamat. Berapa pun uang Anda, sebenarnya tetap cukup, sepanjang Anda mau melakukan penyesuaian. Bersyukurlah dengan apa yang ada, itu dapat memberikan kekuatan yang besar bagi kita untuk maju.

8. Uang perlu dicari agar bisa pensiun dini dan tidak perlu bekerja lagi

Ini juga tidak terlalu tepat. Bekerja dan mencari uang adalah dua hal berbeda. Artinya, jika kita mencintai pekerjaan dan mendapatkan makna hidup, kenapa mesti pensiun? Dengan kata lain, bekerja tidak selalu identik demi uang. Akan tetapi, jika pekerjaan Anda hanya memberi beban hidup,kendati menghasilkan banyak uang, untuk apa Anda lanjutkan? Sebaliknya, jika Anda menikmati pekerjaan Anda alias klop, kendati uang yang dihasilkan tidak terlalu banyak, namun bisa memberi kelanggengan, maka akan membuat Anda jauh lebih baik dan berprestasi. Selain itu, Islam tidak mengenal kata pensiun, hitungan amal perbuatan baik maupun buruk akan tetap diperhitungkan hingga ajal menjemput kita. Kita harus terus bekerja, menolong dan bermanfaat bagi orang lain dimanapun kita berada sampai akhir hayat. Ini bukan masalah uang lagi bukan?

9. Untuk menjadi kaya harus berpendidikan tinggi

Mitos ini tidak selalu benar. Realitasnya, kita melihat banyak orang tidak berpendidikan tinggi, tetapi memiliki aset sangat besar. Sebaliknya, tidak sedikit kalangan memiliki latar pendidikan tinggi, tetapi hidup serba kekurangan. Yang benar adalah bagaimana memanfaatkan pendidikan tinggi yang dimiliki untuk bekerja atau memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan memberikan penghasilan memadai.

Dalam buku The Millionaire Mind, Thomas J. Stanley, Phd menunjukan bahwa pendidikan formal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan hidup seseorang. Ada 100 faktor yang mempengaruhi keberhasilan hidup seseorang, sepuluh faktor utama adalah bersikap jujur, mempunyai disiplin yang baik, pintar bergaul, mempunyai pasangan hidup yang mendukung, bekerja lebih keras daripada orang lain, mencintai karier/bisnis, memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat,memiliki semangat/kepribadia n yang sangat kompetitif, mengatur hidup dengan sangat baik, dan memiliki kemampuan untuk menjual ide atau produk. IQ menduduki urutan ke-21, masuk sekolah top/unggulan di urutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik merupakan faktor sukses di urutan ke-30.

10. Jika berhasil memiliki uang lebih banyak, maka akan lebih besar kesempatan menabung.

Ini benar-benar pelecehan, sebab menabung bisa dilakukan pada jumlah berapa pun. Menabung tidak bergantung pada besarnya pendapatan,tetapi
lebih pada kemauan. Lebih dari itu, kebiasaan banyak orang, semakin tinggi pendapatan maka semakin besar pula pengeluaran. Jadi bukan masalah gaji, gaji itu tidak penting yang terpenting adalah sisa gaji. Sisa gaji yang baik lalu diinvestasikan sehingga mampu meningkatkan pemasukan dan asset yang cukup bagi kita.

Selain kesepuluh hal tersebut, masih banyak mitos lain berkaitan dengan uang dan kekayaan yang berkembang di masyarakat. Namun, lepas apakah ada yang percaya dan terpengaruh atau tidak, intinya sebagian mitos tersebut tidak berdasar. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengubah paradigma dan tak menjadikan mitos sebagai referensi mencari kekayaan.

*Business Development Head pada SNF Consulting Surabaya
http://www.snfconsulting. com

Published in: on 4 April 2009 at 11:19  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://otakusaha.wordpress.com/2009/04/04/10-mitos-keuangan-bagian-ketiga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. ,.,….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: