Pendahuluan

Pengembangan kewirausahaan yang dimasyarakatkan secara menyaluruh ke semua lapisan termasuk ke semua instansi baik pemerintah maupun swasta telah berlangsung hingga sekarang. Pelaksanaan program tersebut secara resmi tertuang dalam Instruksi Presiden No. IV Tahun 1995.

Mengacu pada program tersebut, sebagai generasi muda perlu kiranya untuk menyambut dan melaksanakannya. hal ini juga termotivasi dengan keadaan bangsa Indonesia sejak berbagai krisis (khususnya bidang ekonomi) sejak tahun 2007 hingga kini kita masih dihadapkan berbagai masalah. Pasar global yang kini telah berlangsung dengan penerapan AFTA (Asian Free Trade Area) 2003 juga menjadi perhatian kita bersama, karena mau tidak mau, siap tidak siap kita harus mengikuti era tersebut.

Kenyataan menunjukkan bahwa sejak krisis ekonomi melanda bangsa Indonesia hingga kini belum menunjukkan perubahan yang berarti, dampaknya pada bertambahnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai perusahaan di Indonesia.

Di sisi lain lulusan Perguruan Tinggi hingga kini belum sepenuhnya terserap dalam lapangan kerja, hal ini berdampak pada banyaknya jumlah pengangguran. Lulusan Perguruan Tinggi sekarang ini harus bersedia bersaing mencari pekerjaan sendiri atau menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri ataupun untuk orang lain.

kesenjangan status ekonomi masyarakat Indonesia masih terasa, artinya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka pengembangan kewirausahaan perlu ditanamkan ke generasi muda, karena dengan pengembangan jiwa kewirausahaan ini mereka diharapkan berperan sebagai:

  1. Pendukung lajunya pembangunan bangsa baik secara fisik maupun non fisik.
  2. Insan yang berpendidikan, diharapkan sebagai penggerak/motivator dan bertanggungjawab terhadap kemajuan suatu pengetahuan, teknologi dan seni khususnya pengetahuan di bidang kewirausahaan/kemandirian.
  3. Suri teladan sebagai praktisi di bidang kewirausahaan yang memiliki pendidikan tinggi, karena selama ini mesyarakat kita yang menjadi praktisi di bidang kewirausahaan pada umumnya memiliki pendidikan rendah.
  4. Sebagai lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak sebagai insan pencari kerja, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan.
Published in: on 21 Januari 2009 at 21:55  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://otakusaha.wordpress.com/2009/01/21/pendahuluan/trackback/

%d blogger menyukai ini: